Selasa, 11 November 2014

Panggilan Gerakan Reformed Injili

Bukankah banyak pimpinan gereja yang pernah dididik di sekolah teologi Reformed di Amerika, Belanda, dan tempat-ternpat lain yang sudah berada di ladang pelayanan di Indonesia? Bukankah mereka yang seharusnya membawa gereja kernbali kepada semangat reformed serta membangkitkan kesadaran orang Kristen untuk memelihara iman kepercayaan yang diturunnkan kepada kita dan berperang di dalam dunia yang penuh dengan arus pikiran yang sangat berlawanan dengan Kitab Suci?
Setelah menanti kira-kira 20 tahun saya merasa sudah tidak boleh menunggu lagi,
meskipun sejak tahun 1964 saya telah memutuskan untuk mengajar doktrin Reformed di sekolah teologi yang saya layani dan membentuk pikiran Reformed bagi para mahasiswa, namun panggilan ini baru menjadi jelas dan mendesak setelah saya mendapat penyakit Hepatitis B pada tahun 1984.
Hidup adalah sementara. Meskipun saya sudah melayani selama 27 tahun, namun melalui pengertian penyakit lever semacam itu, saya merasa mungkin 15-20 tahun untuk bertahan dalam dunia ini. Maka dengan segera saya tidak menanti orang lain dan berdoa dengan sungguh-sungguh saya menyerahkan diri sekali lagi untuk menegakkan Gerakan Reformed Injili di Indonesia. Saya minta kepada Tuhan supaya di dalam 15 tahun sebelum menjelang abad ke-21 sudah didirikan satu kelompok generasi muda yang memahami dan menyadari pentingnya gerakan Reformed lnjili serta rela menverahkan diri untuk mengabdi dan berkorban di dalam zaman ini.
Tanggapan terhadap panggilan ini telah mendapat restu dari Tuhan sehingga tahun 1984 mulailah langkah pertama, yaitu dengan berani mengadakan Seminar Pembinaan iman Kristen (SPIK) untuk memelopori doktrin Reformed. Di luar dugaan para hadirin rnakin lama makin banyak dan dengan antusiasme yang sangat tinggi, menerima doktrin Reformed yang diajarkan.
Gerakan SPIK yang dimulai dari 1984 telah menjadi gerakan yang tidak layu hingga sekarang, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Mereka yang disadarkan mengambil keputusan mltuk mempelajari doktrin Reformed lebih lanjut. Maka langkah kedua dalam panggilan ini adalab didirikannya Sekolah Teologi Reformed Injili bagi kaum awam pada tahun 1986.

Diambil dari buklet yang berjudul “Gerakan Reformed Injili –Apa? & Mengapa?” oleh Stephen Tong, yang diterbitkan tahun 1999 dalam rangka Dasawarsa Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) oleh Penerbit Momentum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar